071025cbiodiesel.jpg

Sebagian produsen bahan bakar nabati terutama biodiesel memilih mengurangi atau menghentikan produksi. Ini disebabkan harga minyak kelapa sawit mentah yang tinggi tak dibarengi harga jual yang seimbang akibat peraturan subsidi pemerintah. Menurut data Forum Biodiesel Indonesia, tinggal empat dari sekitar 11 perusahaan yang masih tetap berproduksi. Itupun tidak dalam kapasitas penuh.

Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati menyalahkan ketidaksiapan produsen dari segi pasokan. Namun menurut pihak produsen, bukan pasokan yang menjadi masalah. Justru keadaan di lapangan yang memaksa mereka menjual minyak kelapa sawit mentah bukan produk jadi.

Peraturan subsidi pemerintah memaksa produsen biodiesel menjual rugi produk mereka di dalam negeri. Dengan harga minyak kelapa sawit mentah melebihi US$ 820 per ton, harga biodiesel yang dicampur solar sedianya berada pada Rp 9.000 per liter. Sedangkan peraturan subsidi di dalam negeri mengharuskan produsen menekan harga sampai tingkat Rp 7.300 per liter

Tinggalkan Balasan