Presiden Lantik Enam Anggota Baru KPU
Oktober 26, 2007
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik enam anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (23/10) petang. Sementara itu satu calon terpilih lainnya yakni Syamsul Bahri ditunda pelantikannya.
Presiden SBY belum akan melantik Syamsul sampai adannya keputusan hukum tetap yang menyatakan bersalah atau tidaknya dalam kasus korupsi yang melibatkan dirinya. Melalui Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Presiden menyatakan, menerima seluruh nama yang diajukan DPR.
Rencana pelantikan Syamsul telah menimbulkan kontroversi di Parlemen dan pemerintahan. Syamsul dinilai tidak layak karena terlibat korupsi. Tapi di lain pihak ada yang meminta Syamsul dilantik karena lulus seleksi [baca: Presiden Ragu, DPR Berbeda Pendapat].
Enam anggota baru KPU adalah Abdul Hafiz Anshary, doktor sejarah peradaban Islam. Guru besar Institut Agama Islam Negeri Antasari ini pernah menjadi Ketua KPU Kalimantan Selatan periode 2003-2005.
Sri Nuryanti. Lulusan magister Asian Studies di The Australian National University ini sebelumnya menjadi Koordinator Penelitian Tim Pemilu LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
Endang Sulastri. Lulusan magister ilmu politik di Universitas Indonesia ini merupakan anggota tim pokja partisipasi politik perempuan pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan. I Gusti Putu Artha pernah berpengalaman kerja di bidang jurnalistik cetak dan televisi dan merupakan anggota KPU Bali.
Andi Nurpati. Perempuan asal Sulawesi Selatan ini pernah menjadi anggota panitia pengawas pemilu Lampung. Nama terakhir adalah Abdul Aziz. Magister antropologi dan sosiologi Monash University Australia selama ini bekerja di Departemen Agama.
Keenam anggota baru ini hanya punya waktu 17 bulan untuk menyelenggarakan pemilu presiden pada April 2009. Bukan tugas yang mudah apalagi masih ada dua undang-undang politik yang belum rampung di DPR–UU pemilu dan UU pemilihan presiden.
Belum lagi, citra KPU sebelumnya buruk di mata publik setelah empat anggota periode sebelumnya terbelit korupsi. Kini tugas sudah di depan mata. Mereka perlu membuktikan diri untuk bekerja lebih baik sehingga sukses menyelenggarakan pemilu presiden 2009.
Ketua KPU periode 2007-2012 Abdul Hafiz Anshary menyatakan, ketidaklengkapan jumlah anggota KPU yang bertugas tidak akan mempengaruhi kinerja timnya. Hafiz juga berjanji, komisinya akan bekerja secara independen dan profesional.